Tampilkan postingan dengan label Ilmuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmuan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2012

Benjamin Franklin

Franklin amat sukses dalam kariernya yang terpisah-pisah yaitu seperti bisnis, ilmu pengetahuan, satra dan politik. Karier bisanisnya bagaikan dongeng kuno dari seorang pedagang rombeng menjadi seorang kaya raya. Keluarganya di Boston bukanlah orang berada. Selaku anak muda di Philadelphia dia betul-betul kanker (kantong kering), tapi menjelang umur empat puluh tahunan Franklin sudah tersulap jadi jutawan melalui percetakan yang  dia miliki, dia juga mempunyai perusahaan surat kabar dan berbagai usaha lainnya. Sementara itu, dalam masa senggangnya, dia belajar ilmu dan  belajar sendiri empat bahasa asing.

Sebagai ilmuwan dia terkenal dengan penyelidikannya yaitu dasar tentang listrik dan cahaya, selain itu juga dia menciptakan berbagai benda yang sangat berguna seperti “tungku Franklin” lensa dengan focus ganda dan pistol cahaya. Dua penemuan ini masih digunakan sampai sekarang.

Percobaan pertamanya dalam tulis-menulis adalah sebagai wartawan. Dia menerbitkan Poor Richard’s Almanac, yang berisi bakat luar biasanya memutar balik potongan kalimat-kalimat yang meninggalkan banyak ungkapan-ungkapan yang tak terlupakan. Di akhir hayatnya dia menyusun autobiografi, karya termasyur yang pernah di tulis dan hingga kini masih digemari masyrakat.

Di bidang politik, dia sukses sebagai administrator (dia menjabat kepala urusan pos untuk daerah-daerah koloni dan dibawah pimpinannya urusan pos menunjukkan kemajuan) dan selaku legislator(diaterpilih berulang kali di Dewan Perwakilan Rakyat Pennsylvania), sebagai diplomat (dia amat popular dan sukses selaku Duta besar untuk Prancis dalam masa yang sulit dalam sejarah Amerika), serta dia merupakan seorang penandatanganan Dekralasi Kemerdekaan Amerika Serikat dan kemudia menjadi anggota Konvensi Konstitusi.

Dia juga merupakan pembangkit semangat dan organisator masyarakat, seperti dia pendiri rumah sakit pertama di Philadelphia, dia membantu mengorganisir perusahaan pemadam kebakaran dan mendorong hingga terbentuknya kantor polisi urusan kota. Dia juga mengorganisir perpustakaan keliling (yang pertama) dan kelompok masyarakat ilmuwan (yang pertama).
Selama hidupnya (84 tahun), dia mengalami kehidupan yang panjang, menarik, bermanfaat, beragama, sehat dan umumnya bahagia di dunia ini.

Sabtu, 24 Desember 2011

Al-Khawarizmi

Nama Asli dari al-Khawarizmi ialah Muhammad Ibn Musa al-khawarizmi. Selain itu beliau dikenali sebagai Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Yusoff. Al-Khawarizmi dikenal di Barat sebagai al-Khawarizmi, al-Cowarizmi, al-Ahawizmi, al-Karismi, al-Goritmi, al-Gorismi dan beberapa cara ejaan lagi. Beliau dilahirkan di Bukhara.Tahun 780-850M adalah zaman kegemilangan al-Khawarizmi. al-Khawarizmi telah wafat antara tahun 220 dan 230M. Ada yang mengatakan al-Khawarizmi hidup sekitar awal pertengahan abad ke-9M. Sumber lain menegaskan beliau hidup di Khawarism, Usbekistan pada tahun 194H/780M dan meninggal tahun 266H/850M di Baghdad.

Dalam pendidikan telah dibuktikan bahawa al-Khawarizmi adalah seorang tokoh Islam yang berpengetahuan luas. Pengetahuan dan keahliannya bukan hanya dalam bidang syariat tapi di dalam bidang falsafah, logika, aritmatika, geometri, musik, ilmu hitung, sejarah Islam dan kimia.

Al-Khawarizmi sebagai guru aljabar di Eropa

Beliau telah menciptakan pemakaian Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Dalam usia muda beliau bekerja di bawah pemerintahan Khalifah al-Ma’mun, bekerja di Bayt al-Hikmah di Baghdad. Beliau bekerja dalam sebuah observatory yaitu tempat belajar matematika dan astronomi. Al-Khawarizmi juga dipercaya untuk memimpin perpustakaan khalifah. Beliau pernah memperkenalkan angka-angka India dan cara-cara perhitungan India pada dunia Islam. Beliau juga merupakan seorang penulis Ensiklopedia dalam berbagai disiplin. Al-Khawarizmi adalah seorang tokoh yang pertama kali memperkenalkan aljabar dan hisab. Banyak lagi ilmu pengetahuan yang beliau pelajari dalam bidang matematika dan menghasilkan konsep-konsep matematika yang begitu populer yang masih digunakan sampai sekarang.

Peranan Dan Sumbangan Al-Khawarizmi

Sumbangsihnya dalam bentuk hasil karya diantaranya ialah :

1. Al-Jabr wa’l Muqabalah : beliau telah mencipta pemakaian secans dan tangens dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi.

2.Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah : Beliau telah mengajukan contoh-contoh persoalan matematika dan mengemukakan 800 buah masalah yang sebagian besar merupakan persoalan yang dikemukakan oleh Neo. Babylian dalam bentuk dugaan yang telah dibuktikan kebenarannya oleh al-Khawarizmi.

3.Sistem Nomor : Beliau telah memperkenalkan konsep sifat dan ia penting dalam sistem Nomor pada zaman sekarang. Karyanya yang satu ini memuat Cos, Sin dan Tan dalam penyelesaian persamaan trigonometri , teorema segitiga sama kaki dan perhitungan luas segitiga, segi empat dan lingkaran dalam geometri.

Banyak lagi konsep dalam matematika yang telah diperkenalkan al-khawarizmi . Bidang astronomi juga membuat al-Khawarizmi terkenal. Astronomi dapat diartikan sebagai ilmu falaq [pengetahuan tentang bintang-bintang yang melibatkan kajian tentang kedudukan, pergerakan, dan pemikiran serta tafsiran yang berkaitan dengan bintang].

Pribadi al-Khawarizmi

Kepribadian al-Khawarizmi telah diakui oleh orang Islam maupun dunia Barat. Ini dapat dibuktikan bahawa G.Sarton mengatakan bahwa“pencapaian-pencapaian yang tertinggi telah diperoleh oleh orang-orang Timur….” Dalam hal ini Al-Khawarizmi. Tokoh lain, Wiedmann berkata…." al-Khawarizmi mempunyai kepribadian yang teguh dan seorang yang mengabdikan hidupnya untuk dunia sains".

Beberapa cabang ilmu dalam Matematika yang diperkenalkan oleh al-Khawarizmi seperti: geometri, aljabar, aritmatika dan lain-lain. Geometri merupakan cabang kedua dalam matematika. Isi kandungan yang diperbincangkan dalam cabang kedua ini ialah asal-usul geometri dan rujukan utamanya ialah Kitab al-Ustugusat[The Elements] hasil karya Euklid : geometri dari segi bahasa berasal daripada perkataan yunani iaitu ‘geo’ yang berarti bumi dan ‘metri’ berarti pengukuran. Dari segi ilmu, geometri adalah ilmu yang mengkaji hal yang berhubungan dengan magnitud dan sifat-sifat ruang. Geometri ini dipelajari sejak zaman firaun [2000SM]. Kemudian Thales Miletus memperkenalkan geometri Mesir kepada Yunani sebagai satu sains dalam kurun abad ke 6 SM. Seterusnya sarjana Islam telah menyempurnakan kaidah pendidikan sains ini terutama pada abad ke9M.

Algebra/aljabar merupakan nadi matematika. Karya Al-Khawarizmi telah diterjemahkan oleh Gerhard of Gremano dan Robert of Chaster ke dalam bahasa Eropa pada abad ke-12. sebelum munculnya karya yang berjudul ‘Hisab al-Jibra wa al Muqabalah yang ditulis oleh al-Khawarizmi pada tahun 820M. Sebelum ini tak ada istilah aljabar.

Ibnu Sina (980-1037 M)

Syeikhur Rais, Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina, yang dikenal dengan sebutan Ibnu Sina atau Aviciena lahir pada tahun 370 hijriyah di sebuah desa bernama Khormeisan dekat Bukhara. Sejak masa kanak-kanak, Ibnu Sina yang berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya. Kecerdasannya yang sangat tinggi membuatnya sangat menonjol sehingga salah seorang guru menasehati ayahnya agar Ibnu Sina tidak terjun ke dalam pekerjaan apapun selain belajar dan menimba ilmu.

Dengan demikian, Ibnu Sina secara penuh memberikan perhatiannya kepada aktivitas keilmuan. Kejeniusannya membuat ia cepat menguasai banyak ilmu, dan meski masih berusia muda, beliau sudah mahir dalam bidang kedokteran. Beliau pun menjadi terkenal, sehingga Raja Bukhara Nuh bin Mansur yang memerintah antara tahun 366 hingga 387 hijriyah saat jatuh sakit memanggil Ibnu Sina untuk merawat dan mengobatinya.

Berkat itu, Ibnu Sina dapat leluasa masuk ke perpustakaan istana Samani yang besar. Ibnu Sina mengenai perpustakan itu mengatakan demikian;

“Semua buku yang aku inginkan ada di situ. Bahkan aku menemukan banyak buku yang kebanyakan orang bahkan tak pernah mengetahui namanya. Aku sendiri pun belum pernah melihatnya dan tidak akan pernah melihatnya lagi. Karena itu aku dengan giat membaca kitab-kitab itu dan semaksimal mungkin memanfaatkannya... Ketika usiaku menginjak 18 tahun, aku telah berhasil menyelesaikan semua bidang ilmu.” Ibnu Sina menguasai berbagai ilmu seperti hikmah, mantiq, dan matematika dengan berbagai cabangnya.

Kesibukannya di pentas politik di istana Mansur, raja dinasti Samani, juga kedudukannya sebagai menteri di pemerintahan Abu Tahir Syamsud Daulah Deilami dan konflik politik yang terjadi akibat perebutan kekuasaan antara kelompok bangsawan, tidak mengurangi aktivitas keilmuan Ibnu Sina. Bahkan safari panjangnya ke berbagai penjuru dan penahanannya selama beberapa bulan di penjara Tajul Muk, penguasa Hamedan, tak menghalangi beliau untuk melahirkan ratusan jilid karya ilmiah dan risalah.

Ketika berada di istana dan hidup tenang serta dapat dengan mudah memperoleh buku yang diinginkan, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan menulis kitab Qanun dalam ilmu kedokteran atau menulis ensiklopedia filsafatnya yang dibeni nama kitab Al-Syifa’. Namun ketika harus bepergian beliau menulis buku-buku kecil yang disebut dengan risalah. Saat berada di dalam penjara, Ibnu Sina menyibukkan diri dengan menggubah bait-bait syair, atau menulis perenungan agamanya dengan metode yang indah.

Di antara buku-buku dan risalah yang ditulis oleh Ibnu Sina, kitab al-Syifa’ dalam filsafat dan Al-Qanun dalam ilmu kedokteran dikenal sepanjang massa. Al-Syifa’ ditulis dalam 18 jilid yang membahas ilmu filsafat, mantiq, matematika, ilmu alam dan ilahiyyat. Mantiq al-Syifa’ saat ini dikenal sebagai buku yang paling otentik dalam ilmu mantiq islami, sementara pembahasan ilmu alam dan ilahiyyat dari kitab al-Syifa’ sampai saat ini juga masih menjadi bahan telaah.

Dalam ilmu kedokteran, kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi, kitab Al-Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kini buku tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman. Al-Qanun adalah kitab kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Kitab ini pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitas Eropa.

Ibnu juga memiliki peran besar dalam mengembangkan berbagai bidang keilmuan. Beliau menerjemahkan karya Aqlides dan menjalankan observatorium untuk ilmu perbintangan. Dalam masalah energi Ibnu Sina memberikan hasil penelitiannya akan masalah ruangan hampa, cahaya dan panas kepada khazanah keilmuan dunia.

Dikatakan bahwa Ibnu Sina memiliki karya tulis yang dalam bahasa latin berjudul De Conglutineation Lagibum. Dalam salah bab karya tulis ini, Ibnu Sina membahas tentang asal nama gunung-gunung. Pembahasan ini sungguh menarik. Di sana Ibnu Sina mengatakan, “Kemungkinan gunung tercipta karena dua penyebab. Pertama menggelembungnya kulit luar bumi dan ini terjadi lantaran goncangan hebat gempa. Kedua karena proses air yang mencari jalan untuk mengalir. Proses mengakibatkan munculnya lembah-lembah bersama dan melahirkan penggelembungan pada permukaan bumi. Sebab sebagian permukaan bumi keras dan sebagian lagi lunak. Angin juga berperan dengan meniup sebagian dan meninggalkan sebagian pada tempatnya. Ini adalah penyebab munculnya gundukan di kulit luar bumi.”

Ibnu Sina dengan kekuatan logikanya -sehingga dalam banyak hal mengikuti teori matematika bahkan dalam kedokteran dan proses pengobatan- dikenal pula sebagai filosof tak tertandingi. Menurutnya, seseorang baru diakui sebagai ilmuan, jika ia menguasai filsafat secara sempurna. Ibnu Sina sangat cermat dalam mempelajari pandangan-pandangan Aristoteles di bidang filsafat. Ketika menceritakan pengalamannya mempelajari pemikiran Aristoteles, Ibnu Sina mengaku bahwa beliau membaca kitab Metafisika karya Aristoteles sebanyak 40 kali. Beliau menguasai maksud dari kitab itu secara sempurna setelah membaca syarah atau penjelasan ‘metafisika Aristoteles’ yang ditulis oleh Farabi, filosof muslim sebelumnya.

Dalam filsafat, kehidupan Abu Ali Ibnu Sina mengalami dua periode yang penting. Periode pertama adalah periode ketika beliau mengikuti faham filsafat paripatetik. Pada periode ini, Ibnu Sina dikenal sebagai penerjemah pemikiran Aristoteles. Periode kedua adalah periode ketika Ibnu Sina menarik diri dari faham paripatetik dan seperti yang dikatakannya sendiri cenderung kepada pemikiran iluminasi.

Berkat telaah dan studi filsafat yang dilakukan para filosof sebelumnya semisal Al-Kindi dan Farabi, Ibnu Sina berhasil menyusun sistem filsafat islam yang terkoordinasi dengan rapi. Pekerjaan besar yang dilakukan Ibnu Sina adalah menjawab berbagai persoalan filsafat yang tak terjawab sebelumnya.

Pengaruh pemikiran filsafat Ibnu Sina seperti karya pemikiran dan telaahnya di bidang kedokteran tidak hanya tertuju pada dunia Islam tetapi juga merambah Eropa. Albertos Magnus, ilmuan asal Jerman dari aliran Dominique yang hidup antara tahun 1200-1280 Masehi adalah orang Eropa pertama yang menulis penjelasan lengkap tentang filsafat Aristoteles. Ia dikenal sebagai perintis utama pemikiran Aristoteles Kristen. Dia lah yang mengawinkan dunia Kristen dengan pemikiran Aristoteles. Dia mengenal pandangan dan pemikiran filosof besar Yunani itu dari buku-buku Ibnu Sina. Filsafat metafisika Ibnu Sina adalah ringkasan dari tema-tema filosofis yang kebenarannya diakui dua abad setelahnya oleh para pemikir Barat.

Ibnu Sina wafat pada tahun 428 hijriyah pada usia 58 tahun. Beliau pergi setelah menyumbangkan banyak hal kepada khazanah keilmuan umat manusia dan namanya akan selalu dikenang sepanjang sejarah. Ibnu Sina adalah contoh dari peradaban besar Iran di zamannya.

Sumber : http://kolom-biografi.blogspot.com

Plato (427-347 SM)

          Filosof Yunani kuno Plato merupakan cikal bakal folosof politik Barat dan sekaligus dedengkot pemikiran etika dan metafisika mereka. Pendapat-pendapatnya di bidang ini sudah terbaca luas lebih dari 2300 tahun, sehingga tidak bisa dielakkan lagi bahwa Plato berkedudukan sebagai bapak moyangnya pemikiran barat.

Plato dilahirkan di kalangan bangsawan Athena kenamaan sekitar tahun 427 SM. Di masa remajanya dia berkelana dengan silosof kesohor Socrates yang jadi guru sakaligus sahabatnya. Tahun 399 SM ketika umur Socrates menginjak 70 tahun, dia diseret ke pengadilan dengan alsan merusak akhlak angkatan muda Athena dan dihukum mati. Plato menyebutkan pelaksanaan hukuman mati Socrates adalah “Orang bijaksana, terjujur, terbaik dari semua manusia yang pernah saya kenal”, sehingga membuat Plato membenci pemerintah demokratis. Tak lama setelah  itu Plato pergi meninggalkan Athena dan selama sekitar 12 tahan mengembara sekitar tahun 387 SM dia kembali ke Athena, mendirikan perguruan tinggi di sana sebuah akademi yangberjalan lebih dari dari 900 tahun. Plato menghasilkan sisa hidupnya 40 tahun di Athena, mengajar dan menulis ihwal Filasafat, muridnya ayang masyhur adalah Aristoteles.

Plato menulis tak kurang dari 36 buku, kebanyakn menyangkut masalah politik dan etika selain metafisika dan teologi. Pokok gagasan politik dalam bukunya adalah Republik.

Bentuk terbaik dari suatu pemerintah adalah pemerintah yang dipegang oleh kaum aristocrat, yang maksudnya adalah pemerintah yang digerakkan oleh putera terbaik dan terbijak dalam negeri, orang ini mesti dipilih melalui keputusan bersama. Orang yang sudah jadi anggota penguasa “guardian” harus menambah orang-orang yang sederajat semata-mata atas dasar pertimbangan kualitas. Plato percaya bahwa semua orang baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kesempatan untuk menjadi anggota guardian.

Plato merupakan filosof utama yang pertama dan dalam jangka aktu yang lama ternyata memang dia saja yang mengusulkan persamaan kesempatan tanpa memandang gender. Untuk membuktikan persamaan pemberian kesempatan, Plato mengajurkan agar pertumbuhan dan pendidikan anak dikelola oleh Negara. Anak-anak pertamanya harus memperoleh latihan fisik yang menyeluruh, tapi segi musik, matematika dan disimpiln akademik lainnya tidak boleh diabaikan. Pada beberapa tahap ujian ekstensif harus diadakan. Mereka yang kurang maju harus disalurkan untuk ikut serta terlibat dalam kegiatan ekonomi masyarakat, sedangkan orang-orang yang maju harus terus melanjutkan dan menerima berbagai latihan. Penambahan pendidikan ini bukan hanya pelajaran akademik biasa, tapi juga mendalami filosofi yang oleh Plato disebut “doktrin” bentuk idela faham metafisikanya.

Rabu, 21 Desember 2011

Aristoteles (384 – 322 SM)

         Nyaris tak terbantahkan, Aristoteles seorang filosofis dan ilmuawan terbesar dalam dunia masa lampau. Dia memelopori penyelidikan ikhwal logika, memperkaya hamper tiap cabanh filsafah dan memberi sumbangan tak terperkirakan besarnya terhadap ilmu pengetahuan. 

Banyak ide-ide Aristoteles ini ketinggalan zaman, tapi, yang tak kalah penting dari apa yang pernah dia lakukan adalahpendekatan rasional yang senatiasa melandasi karyanya. Tercermin dalam tulisan-tulisan Aristoteles sikapnya bahwa tiap segi kehidupan manusia atau masyarakat selalu terbuka untuk objek pemilkiran dan analisis. Pendapat Aristoteles bahwa alam semesta tidaklah dip roses secara kebetulan, oleh magi, oleh keinginan tak terjajaki kehendak dewa yang terduga, melainkan tingkah laku alam semesta itu tunduk pada hokum-hukum rasional. Menurut Aristoteles diperlukan bagi manusia untuk mepertanyakan tiap aspek dunia alamiah secara sistematis dan kita mesti memanfaatkan baik pengamatan empiris dan alas an-alasan yang logis sebelum mengambil keputusan. Rangkaian sika-sikap ini yang bertolak belakang dengan tradisi takhayul dan mistik telah mempengaruhi secara mendalam peradaban Eropa.

Aristoteles di lahirkan di kota Stagira, Macedonia 384 SM, ayahnya seorang fisika kenamaan. Pada umur 17 tahun Aristoteles pergi ke Athena belajar di Akademi Plato, dia menetap di sana selama 20 tahun. Dari ayahnya Aristoteles di dorong minatnya di bidang biologi dan pengetahuan praktis , tapi di bawah asuhan Plato dia menanamkan minat dalam hal spekulasi filosofis.

Pada tahun 342 SM Aristoteles pulang kembali ke Macedonia menjadi guru Alexander Yang Agung (13 tahun) dia mendidik Alexander dalam beberapa tahun. Tahun 335 SM, setelah Alexander naik tahta, Aristoteles kembali ke Athena dan dia mendirikan sekolah, Lyceum. 

Ketika Alexander menjadi raja dia menyediakan dana buat Aristoteles untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan. Tapi walaupun begitu Alexander dengan Aristoteles tetap mempunyai konflik. Aristoteles menolak secara prinsipil cara kediktatoran Alexander, saat Alexander menghukum mati sepupu Aristoteles dengan tuduhan penghianat, diapun punya pikiran udntuk menghukum Aristoteles, tapi disatu pihak Aristoteles kelewat demokratis dan punya hubungan erat dengannya dan dipercaya oleh orang-orang Athena.

Tatkala Alexander mati tahun 323 SM golongan anti-Macemodia memegang tumpuk kekuasaan di Athena dan Aristoteles pun di dakwa kurang ajar kepada dewa. Aristoteles meninggal tahun 322 SM dan di buang beberapa bulan kemudian di tahun 322 SM pada umur 62 tahun.

Hasil murni karya Aristoteles jumlahnya sangat mencengangkan 47 buah karyanya masih tetap bertahan. Daftar kuno menacatat tidak kurang dari 170 buku hasil ciptaannya. Bahkan bukan sekedar banyaknya jumlah buku saja yang mengagumkan, melainkan luas daya jangkau peradaban yang menjadi bahan renungannya. Kerja ilmiahnya betul-betul merupakan ensiklopedi ilmu untuk zamannya. Dia menulis tentang astronomi, zoology, embryologi, geografi, fisika, anatomi, physiologi dan hamper tiap karyanya merupakan sebagian kumpulan ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari para asisiten yang spesialis di gaji untuk menghimpun data-data untuknya, sedangkan sebagian lagi merupakan hasil dari serentetan pengamatannya sendiri.